Profil Desa


   Mari bersama-sama kita mengingat sejarah berdirinya Desa Girimulyo dan merenung apa yang telah kita berbuat demi Desa Girimulyo yang tercinta ini demi jasa-jasa para pahlawan desa kita dari mulai terbentuk hingga sekarang :

Ditinjau dari segi historis mengenai sejarah Desa Girimulyo ada dua pendapat, adapun pendapat itu adalah :

  1. Sekelompok masyarakat yang berjumlah + 19 KK yang berasal dari Bungkuk (Lampung) membuka lahan pertanian +  tahun 1944 . pada saat itu Desa Bungkuk masih dipimpim oleh Pala Tua.
  2. Sekelompok Pejuang yang bergerilya melawan Agresi Belanda ke II yang dipimpin oleh H. Embeng, pada Tahun +1946, untuk mempertahankan Negara dan hidupnya, para pejuang tersebut membuka Lahan Pertaniaan dengan ditandai salah seorang pejuang meninggal di tempat persembunyiaan tepatnya dan dimakamkan  di Gunung  Way wi Atas Dusun 15.

Namun lebih jelas pada tahun  + 1960 kelompok masyarakat yang berasal dari Jawa Barat (Banten) dan Lampung (Pribumi) membuka lahan baru adapun jumlahnya 62 KK. Adapun nama Pedukuhannya adalah Gunung Pikuk Yang mengandung arti Tanah Gunung (gundukan)yang berlikuk-liku. Secara georafis dan pemerintahan gunung pikuk masih menginduk ke Desa Bungkuk adapun kepala Desanya adalah  Bapak Berhum.

Pada Tahun 1964 Pada saat itu sekelompok masyarakat mendaftarkan diri ke Dinas kehutanan Palembang atau Sumatra Selatan untuk dilakukan pengukuran tanah. Mengingat pada tahun 1965 terjadi pemberontakan G.30 S PKI pendaptaran tersebut belum di tanggapi. Dan pada Tahun 1966 Akhirnya di lakukan pengukuran tanah oleh Dinas Kehutanan Sumatra Selatan yang dilakukan oleh petugas pengukuran dari Bogor ayang ditugaskan oleh Dinas Kehutanan Sumatra Selatan tersebut.

Pada tahun 1969 datang lagi sekelompok masyarakat dari Jawa Tengah / Prambanan

Pada tahun 1970 datang lagi sekelompok masyarakat dari wonogiri .

Dengan perkembangan yang ada yaitu di selatan  dan barat tepatnya pada tahun 1970 . Di selatan  dengan peduduk yang datang lebih dahulu (Lampung, Banten, Prambanan ) bernama Umbul Besar.Dan Yang datang Baru Letaknya di Barat (Wonogiri) Bernama umbul Baru.

Akirnya pada tahun 1971 pedukuhan Gunung pikuk menjadi dua dusun yaitu :

  1. Dusun yang berada di selatan diberi nama Trimulyo. Tri yang berarti tiga sesuai dengan  jumlah suku yang menempati yaitu (Lampung, Banten dan pramban) Mulyo yang berarti mulia, jaya dan sejahtera jadi di ambil kesimpulan Tri Mulya adalah Tiga suku yang hidup sejahtera dan mulia. Pada saat itu dipimpin oleh seorang kepala Dusun yaitu Bp. Jumali Adapun Jumlah penduduk + 624 KK
  2. Dusun yang berada di barat diberi nama Giri Harjo . Giri yang berarti Gunung Raharjo adalah selamat adapun masyarakatnya dari Wonogiri dan Giri Harjo adalah suatu masyarakat yang hidup di pegunungan dengan hidup selamat. Dipimpin oleh Kadus Bp.Tukiyo Adapun jumlah Penduduk + 367 KK. Kedua dusun tersebut masih menginduk ke Desa Bungkuk dengan kepala Desa Bp. M. Ali

Dengan laju perkembangan yang ada kedua Dusun tersebut menjadi tumbuh dan berkembang pesat pada dan menjadi puncak sejarah bagi masyarakat Giri Mulyo. Yaitu dengan berkumpulnya + 25  Tokoh masyarakat akhirnya ingin memekarkan ingin menjadi Desa. Apalagi didukung oleh UUD wilayah Negara yaitu UUD No. 5 tahun 1774 tentang pokok-pokok Pemerintah Daerah.

Pada tahun 1982-1986  tokoh masyarakat berkumpul untuk mematangkan cita-citanya yaitu memekarkan Kedua dusun menjadi desa pada saat itu Bungkuk dipimpin oleh kepala Desa yang bernama Abdul Manaf dan Sekdesnya Bp. Wisasno.

Akhirnya pada tanggal 9 juni 1986 Puncak dari perjuangan  Kedua Dusun tersebut sesuai dengan keketetapan Bupati Lampung Tengan menjadi Desa. Hasil dari kesepakatan seluruh tokoh masyarakat berjumlah + 25 orang memberi nama Desa ini menjadi Girimulyo. Girimulyo berasal dari gabungan dua Dusun yaitu Tri Mulyo dan Giri Harjo dan di gabung menjadi Girimulyo. Giri Mulyo adalah Masyarakat yang ada dipegunungan yang hidup dengan mulia dan jaya. Adapun untuk menjadi Desa persiapan maka ditunjuklah Kepala Desa, untuk menjalankan  roda pemerintahan tersebut adalah Bapak Usman RK dan Sekdes adalah Bapak Jiyo. Dengan berbagai perjuangan akhirnya pada tanggal 7 Juli 1988 Desa GiriMulyo mejadi desa Devenitif sesuai dengan  keputusan Gubernur pada tahun 1990 dan untuk mengenang Perjuangan Tokoh  Masyarakat  dan sebagai bahan intropeksi  akhirnya setiap tahun dirayakan ulang tahun Desa maka pada hari ini kita merayakan Hari Ulang Tahun Desa Girimulyo ke 30. Guna penunjang dan  berjalannya pemerintahan tersebut dibangunlah Balai Desa Pada Tahun 1989. Dan Pada Tahun 1992 membeli Tanah Bengkok yang lebarnya 2 H sebagai aset Desa Girimulyo.


GIRIMULYO